Komunitas Pemuda Lemo-Lemo (KPL)

kp-lauBerawal dari  niat untuk merintis   usaha  bersama, sekelompok pemuda lemo-lemo akhirnya menghimpun diri dalam sebuah  wadah komunitas bernama Komunitas Pemuda Lemo-lemo (KPL). Komunitas yang  meski hanya digawaing oleh segelintir pemuda/i   kampong lemo-lemo  kel maccini baji ini, telah merintis berbagai jenis usaha diantaranya,  bengkel komunitas, gerobak es cincau, telur asin  juga  usaha penyewaan alat angkut hasil  pertanian.

Para pendiri komunitas mengaku  niat awal membangun komunitas ini adalah tidak lain untuk   menjadi wadah belajar bagi pemuda kampong wadah untuk mengembangkan  keterampilan,  meski diakui sangat sulit mendapatkan pemuda kampong yang mau belajar, hal tersebut tak membuat KPL patah arang. Kini berbagai  jenis usaha  yang telah mereka kembangkan mulai berjalan,  dua orang bertugas memasarkan telur,  satu orang bertugas sebagai pengemudi kendaraan angkutan hasil tani, dan dua orang lagi menjad pedagang  es cincau di bilangan pertokoan sudiang.

Bukan sekedar cari untung, berbagai jenis usaha yang dikembangkan oleh KPL murni  mengorganisir pengetahuan anggota dan pengetahuan warga  sekitar, bahkan usaha telur asin mereka  pernah merugi puluhan rak, dikarenakan anggota yang memiliki  pengetahuan yang masih pas-pasanan terkait cara mengasingkan telur, pun untuk suplai pengetahuan dan peningkatan kapasitas anggota di adakan  dengan  menggunakan daur belajar aksi-refleksi. Tiap minggu, anggota komunitas akan berkumpul untuk  melakukan evaluasi kegiatan yang telah berjalan,  yang kemudian disusun kembali sebagai rencana tindak lanjut.

Sebagai upaya terus meningkatkan kapasitas dan kekuatan KPL, KPL berjeraring dengan komunitas lain, misalnya Koperasi Sahabat alam untuk menjaringkan usaha  yang telah dimiliki komunitas dengan anggota koperasi, dan warga tempat anggota koperasi berdomisili. Terakhir,  KPL berencana akan mengembangkan usaha tanaman sayuran alami, ketiadaan lahan bukan menjadi kendala,  halaman rumah anggota akan menjadi lahan uji coba, menyambung hal ini, KPL telah mengutus anggota untuk mempelajari dan mempraktekkan langsung model pengolahan tanaman sayuran alami bersama Komunitas Sahabat Alam.