Ketika Remaja Di Indonesia Timur Berkumpul

Rembuk Remaja Indonesia Timur merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Yayasan kampung Halaman bekerja sama dengan Ininnawa. Bertempat di Kec. Bantimurung, Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada tanggal 8-11 Januari 2018. Kenapa Kampung Halaman mengadakan kegiatan Rembuk Remaja ? karena KH bertujuan untuk memperkuat peran remaja dan anak muda dikomunitasnya melalui media berbasis komunitas yang dilakukan secara partisipasi. Kampung Halaman percaya bahwa Remaja adalah anggota masyarakat terpenting yang dimiliki oleh komunitas.

Pertanyaan yang muncul kemudian, Kenapa Harus Remaja? Kenapa bukan orang tua? Itu karena remaja sekarang, khususnya generasi Z itu dikenal sebagai remaja yang Kreatif, Pembelajar, suka berbagi, bersemangat, pemberani, aktif serta energik. Itulah faktor-faktor  yang membedakan remaja zaman sekarang.

Adapun cara kerja dari Kampung Halaman ini, yaitu : Kampanye Remaja Bermedia, Pengorganisasian dan Peningkatan Kapasitas Remaja, mempertegas dan memperluas suara remaja indonesia serta membuat ruang kolaborasi untuk kreativitas remaja.

IMG-20180108-WA0025
Perkenalan Komunitas

Diawali perkenalan tiap tiap komunitas mengenai apa saja program kerjanya.  Pertama dari institut mosintuwu oleh Melani, program kerjanya yaitu tentang pemberdayaan masyarakat khususnya perempuan dan institut ini mengelolah stasiun radio dan media cetak. Selanjutnya Dandi dari Kuda Muna, Programnya mengenai pemberdayaan pemuda yang ada di Muna, sulawesi Tengah.  KOPSLING Sul-Sel oleh Sry dimana program kerjanya berfolus pada kegiatan sosial dan lingkungan. Selanjutnya dari Youth Centre Tenggara oleh Sonny, dimana kegiatan dikomunitasnya yaitu melakukan pendampingan bagi seluruh elemen masyarakat dan memberikan pemahaman yang edukatif mengenai kesehatan reproduksi. Selanjutnya Komunitas Peduli Kemanusiaan (KOMPAK) oleh Hariyati kegiatannya yaitu membantu masyarakat yang mempnyai penyakit kanker dan sekarang melakukan pendampingan ke anak jalanan. Kemudian Udin dari Skhola Tanpa Batas, kegiatannya yaitu, Skhola Salami, Skhola Sehati, Skhola Mata Mikroskop, Jejaring anak indonesia, Skhola remaja, relawan skhola dan cek skholaku. Selanjutnya dari Shotta production dimana fokusnya pada pembuatan film, kemudian dari tunas muda scout, komunitas ini berakar dari organisasi gerakan pramuka pramuka kegiatannya berfokus pada lingkungan dan masyarakat. Kemudian dari Ambataro Production oleh Akbar, bergerak didunia perfilman dan pernah menjadi juara 2 pada Festival Film Nasional 2017.  Kemudian Yani dari ARBI, kegiatannya berfokus pada pendidikan dan pemberdayaan serta pendampingan perempuan. Selanjutnya dari Sikola Cindekia Pesisir oleh Eka, Kegiatannya  berfokus pada pendidikan khususnya di pulau terluar yang da di Makassar dan Pangkep. Kemudian Rizal dari Fraksi Muda Indonesia dimana kegiatannya yaitu memberikan pemahaman ke anak muda mengenai perpolitikan.  Rumah Hijau Indonesia oleh Purnama bergerak di bidang lingkungan. Kemudian Hendra dari Yayasan Hamada yang bergerak dibidang sosial, kemanusiaan , keagamaan dan pendidikan. Selanjutnya dari Kami Berbagi Makassar dimana kegiatannya bergerak di bidang kemanusiaan. Selanjutnya KPA MARAS dan Locust Pencinta Alam bergerak pada pemerhati lingkungan dan terakhir Forum nasional Perintis Maritim Jaya dimana berfokus pada pemerhati pendidikan dan kemanusiaan serta pemberdayaan masyarakat di pulau terluar .

Banyak hal yang didapati pada pengenalan komunitas ini salah satunya bagaimana komunitas mereka bekerja dan menjawab tantangan yang ada. Karena komunitas yang ada bergerak didalam bidang yang berbeda beda. Dan kalau boleh saya simpulkan hanya Komunitas Sahabat Alam yang bergerak dalam bidang pertanian dan mampu bertransformasi menjadi koperasi. Hal pertama yang terbesit di fikiran peserta RR pada saat remaja bahwa sanya Berkoperasi dan Bertani itu identik dengan orang tua, namun dugaan mereka sudah disangkal dengan adanya Komunitas Sahabat Alam ini.

Kegiatan selanjutnya yaitu materi 5 pinsip bermedia yang dibawakan oleh Rani selaku fasilitator di kegiatan ini. adapun 5 prinsip yang dimaksudkan yaitu :

  1. Pengalaman dekat = Berdasarkan dari hal yang dialami
  2. Penting genting = menentukan pengalaman yang berguna untuk orang lain
  3. Sikap = memaknai pengalaman dengan berpendapat dan mempertanggung jawabkannya
  4. Target = untuk siapa pesan ditujukan
  5. Merdeka = orang bebas berkreasi

Kemudian prinsip-prinsip itu dipakai untuk membedah film yang diputar oleh kampung halaman. Setelah itu kegiatan ditutup dengan evaluasi materi pembelajaran dengan menulis Kesan yang dirasakan hari ini, Hal-hal yang didapat selama sehari dan Pesan untuk kegiatan besok.

20180109_153031
Pembagian Kelompok

Hari Ke dua, Peserta dibagi menjadi 4 kelompok  dimana masing masing setiap orang dari setiap kelompok tersebut memaparkan aktivitas impian yang ada dikomunitasnya. Klasifikasi pembagian kelompok dibagi berdasarkan aktivitas yang ingin dilakukan, dikelompok saya klasifikasinya yaitu bergerak di pemberdayaan pemuda dan masyarakat. Masing-masing dari kami memaparkan aktivitas impian, pertama Purnama dari Saha Sulteng, impiannya yaitu membuat kompetisi game di provinsi sulteng guna mengubah stigma masyarakat bahwa game itu bukan pekerjaan yang sia-sia. Selanjutnya dandi dari Muna, Impiannya menghidupkan kembali destinasi wisata yang ada dikabupaten Muna. Selanjutnya eka dari Sikola cendekia pesisir impiannya yaitu bagaimana ibu-ibu yang tiggal dipulau bisa mengolah limbah plastik menjadi kerajinan tangan serta memberikan edukasi kepada mesyarakat akan pentingnya menempuh pendidikan. Selanjutnya Indra dari donggala, impiannya membuat buku saku untuk wisatawan agar supaya dapat membantu turis ditengah kurangnya penguasaan bahasa asing yang dikuasai masyarakat sekitar. Selanjutnya Arif, impiannya bagaimana menggenjot anak muda untuk bertani, alasannya karena sekarang ini indonesia krisis petani dan tidak adalagi anak muda yang mempunyai minat bertani karena katanya petani bukan pekerjaan yang menjanjikan.

Setelah dipaparkan, kemudian dipilih satu tema yang tepat untuk dijadikan proposal kegiatan dan sesuai kesepakatan adapun tema yang dipilih yaitu pemberdayaan anak muda. Setelah itu kemudian dilakukan analisis mengenai apa kelebihan, kekurangan, peluang dan tantangan yang kira kira akan dihadapi pada saat sebelum dan setelah pelaksanaan. Setelah rampung kemudian kami diajarkan membuat pemetaan aset dan mind mapping untuk digunakan keesokan harinya sebagai bahan presentasi tiap kelompok.

Hari ketiga, Dipagi hari kami membagi tugas ada yang bekerja merampungkan pekerjaan yang belum terselesaikan dan ada pula yang bertugas membuat powerpoint sebagai bahan presentasi tiap tiap kelompok. Pada jam 11 kami diberikan waktu 7 menit untuk menjelaskan proyek yang akan kita jalankan berdasarkan mind mapping yang telah dibuat, masing masing kelompok digilir ke kelompok lain untuk mendengarkan presentasi dan dilakukan diskusi.  Setelah itu kemudian dilakukan revisi berdasarkan saran dan masukan yang diberikan dan sampailah pada presentasi final tiap-tiap kelompok, kami diberikan waktu 7 menit untuk menjelaskan dan 14 menit untuk tanya jawab. Pelajaran yang bisa diambil disini, kami diajarkan menjelaskan sesuatu secara padat dan jelas serta diajarkan manajemen pembagian waktu agar supaya semua slide bisa dijelaskan. Setelah presentase final selesai, kegiatan dihari ketiga ditutup dengan evaluasi.

Hari Keempat, Sesuai jadwal, kami akan melakukan kunjungan ke Yayasan BakTi dan Kampung Literasi Wesabbe. Jam 08.00 WITA kami berangkat dari maros ke Makassar menggunakan BUS pegawai Pemkab Maros dan sampai ke Yayasan Bakti yang terletak di Jl. A.Mappaoddang di jam 10.15 WITA, kami kemudian disambut oleh pihak yayasan dan dilakukan shaing mengenai aktivitas serta apa-apa saja yang dikerjakan oleh Yayasan BakTi. Yaysan Bakti (Bursa Pengetahuan kawasan Timu Indonesia) pada awalnya merupakan program multi donor yang beroperasi ditahun 2004  kemudian bertransportasi menjadi yayasan ditahun 2010 dimana wilayah cakupan kerjanya meliputi Sulawesi, Maluku, Nusa tenggara dan Papua. Adapun kegiatannya yaitu Jaringan Pertukaran Pengetahuan meliputi Forum kepala BAPPEDA se KTI, Jaringan Peneliti KTI, dan sahabat BakTI. Selanjutnya Jaringan melalui media meliputi  BakTi News, Batukarinfo.com, JiKTI Stock Knowledge- media sosial dan sms gateway. Kegiatan selanjutnya Kegiatan berbagi pengetahuan meliputi Inspirasi BakTI dan diskusi praktik cerdas, News Café, Bengkel Komunikasi, Fasilitas BakTI dan Show Case.

Selanjutnya, jam 12.10 kami bertolak ke kampung literasi wesabbe untuk istirahat kemudian dilanjutkan diskusi. Pada momen diskusi yang mencadi pengantarnya yaitu Aan Mansyur baliau bercerita mengenai kenapa kampung literasi ini dibuat ditengah berkembangnya teknologi, setalah menjelaskan beberapa menit kemudian dilakukan tanya jawab beserta membagikan kiat-kiat dalam menulis, bahwasanya dalam menulis hanya ada dua prinsip yang harus dimiliki yaitu menulislah sampai engkau kehabisan kata dan yang kedua jangan pernah kehabisan kata, membaca akan menambah perbendaharaan kata yang dimiliki.

Kemudian kami berkeliling disekitar kampung literasi dengan mengunjungi kedai buku jenny dan café dialektika melihat aktivitas aktivitas apa saja yang dilakukan. Pukul 16.00 wita kami bertolak kembali ke lokasi kegiatan (Ininnawa Training Centre, Bantimurung, Maros)

Kegiatan selanjutnya evaluasi akhir, mengenai capaian pohon impian, penentuan titik capaian selama kegiatan dan surat cinta untuk para fasilitator. Kegiatan ditutup dengan panggung remaja, dimana diisi oleh acara musik, tarian, puisi dan atraksi dari beberapa komunitas.

IMG-20180110-WA0013
Peserta Rembuk Remaja Indonesia Timur

oleh: Arief Koeshariadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s