Workshop Pendokumentasian Visual Sesi #02

Pertemuan kedua workshop pendokumentasian visual berlangsung pada pukul 16.00 wita di kedai sahabat alam, fasilitator membuka pertemuan dengan sedikit membahas apa yang telah dipelajari pada pertemuan sebelumnya, lalu memberikan sedikit gambaran apa yang akan dipelajari pada pertemuan kali ini. Setelah memberikan pengantar, Rais memulai pembelajaran dengan menceritakan pengalamannya pada peserta saat ia dipercayakan mengurus unit kegiatan mahasiswa (UKM) Fotografi di kampusnya. Rais membagikan pengalaman saat ia melatih mahasiswa yang memiliki minat di dunia fotografi, dan mendapati kenyataan dimana para peserta enggan untuk mempelajari fotografi secara teoritik. Padahal menurutnya, hal itu sangat penting agar dapat memahami secara utuh seputar fotografi dan pendokumentasian visual.

Kaitannya dengan workshop pendokumentasian visual ini, Rais menyampaikan bahwa pertemuan kali ini akan banyak membahas teori seputar fotografi. Ia telah menyiapkan 36 slide untuk memberikan pemahaman pada peserta mengenai fotografi. Rais berharap para peserta tidak jenuh dan menganggap hal itu tidak penting. Tetapi sebisa mungkin, kata Rais, ia akan mempersingkat pembahasan agar tidak menjenuhkan.

WhatsApp Image 2017-07-31 at 12.02.59
Penyampaian Materi oleh Fasilitator

Materi untuk pertemuan kedua dimulai oleh Rais dengan menjelaskan kembali dasar-dasar fotografi yang telah disampaikan pada pertemuan sebelumnya. Setelah mereflekasi kembali materi sebelumnya yang juga diberikan sedikit tambahan, Rais kemudian memperkenalkan elemen-elemen yang dimiliki setiap alat, yaitu kamera. Rais lalu memperlihatkan lima jenis kamera kepada peserta lalu menjelaskan elemen-elemen yang dimaksud serta bagaimana elemen itu bekerja. Tidak lupa pula Rais memberikan keterangan terkait harga dari setiap kamera. Bagi Rais, hal itu menjadi penting agar orang-orang, lebih khususnya peserta workshop dapat memahami bagaimana beratnya memilih terjun ke dunia fotografi sehingga dapat memberikan sedikit penghargaan pada profesi tersebut. Rais lalu menceritakan pengalamannya dimana ia pernah mendapati kondisi yang tidak menguntungkan bagi ia dan kawan-kawannya.

Setelah menjelaskan terkait elemen-elemen kamera, Rais melangkah ke penjelasan terkait hubungan antara kualitas kamera dan cahaya. Kembali merefleksi pembahasan pada pertemuan sebelumnya, mengapa Rais mengatakan bahwa kualitas kamera bukan penentu dari kualitas gambar atau dokumentasi. Dalam hal ini, cahaya menjadi faktor yang paling menentukan apabila hendak menghasilkan gambar atau dokumentasi yang maksimal. Rais menuturkan bahwa ada lima jenis cahaya dengan fungsinya masing-masing, yaitu cahaya samping, cahaya bawah, cahaya depan, cahaya belakang dan cahaya atas. Untuk kelima jenis cahaya ini, masing-masing menimbulkan efek yang berbeda-beda terhadap subjek yang kita potret.

Selain cahaya, menurut Rais, komposisi juga menjadi poin penting. Rais menuturkan bahwa, komposisi adalah upaya menyusun elemen foto yang esensial seperti bentuk, nada, kontras, warna, pola dan tekstur di dalam batasan suatu ruang. Hal ini merupakan upaya mengorganisasikan berbagai komponen foto yang berlainan menjadi sedemikian rupa sehingga gambar tersebut menjadi suatu kesatuan yang saling mengisi.

Selanjutnya adalah persoalan bagaimana teknik mengatur komposisi tersebut?. Dalam hal ini Rais menyampaikan bahwa selain dalam proses editing, ketika pengambilan gambar kita bisa menggunakan teory The Role Of Thirds atau garis imajiner. Garis imajiner yang terdapat dalam semua kamera, termasuk kamera smartphone, terbagi menjadi tiga bagian yang sama secara horizontal dan vertikal. Garis ini dimaksudkan untuk menempatkan subjek atau elemen pada satu garis imajiner dan terutamapada atau dekat titik berpotongan, membuat foto lebih alami dan menarik bagi yang melihat. Karena penasaran, para peserta lalu beramai-ramai mempraktekkan teori terkait cahaya dan garis imajiner. Sembari melanjutkan materinya, Rais coba mengamati bagaimana peserta mempraktekkan teori-teorinya dan memperlihatkan contoh-contoh gambar.

Beberapa peserta tampak sangat antusias dengan pengetahuan fotografi yang didapatkan. Rais lalu berfokus untuk memperlihatkan seluruh contoh gambar yang berkualitas secara komposisi dan pencahayaan. Sambil memperlihatkan gambar, Rais juga memperlihatkana bagaimana ia mempraktekkan teori-teori tersebut dengan menggunakan smartphonenya. Setelah merasa cukup, Rais melanjutkan materinya.

 

WhatsApp Image 2017-07-31 at 12.03.03
Fasilitator menanggapi hasil foto yang telah dikumpulkan peserta

Setelah pembahasan yang sangat panjang seputar teori fotografi selesai, Rais coba menanggapi dokumentasi yang dikumpulkan oleh peserta dan juga memperkenalkan salah satu aplikasi yang dapat digunakan untuk melakukan editing melalui smartphone. Pada sesi ini Rais memilih salah satu foto dari tiap peserta, dengan kata lain, ada sembilan foto yang akan diulas. Dari tiap foto yang diulas, Rais meminta pemilik foto untuk menjelaskan apa yang hendak disampaikan melalui fotonya. Setelah menjelaskan maksud dan tujuannya, Rais lalu menanggapi foto yang telah diberi penjelasan oleh pemiliknya.

Dari sembilan foto, ada beragam komentar yang diberikan. Salah satu contohnya pada hasil dokumentasi Akbar, salah satu peserta. Akbar yang hendak menjelaskan budi daya cacing pada fotonya, bagi Rais, kurang memberikan gambaran dari apa yang hendak disampaikan. Secara komposisi, cacing sebagai subjek utama, tidak mendapatkan ruang yang banyak dalam foto tersebut. Menurut Rais, apabila hendak menjelaskan sesuatu yang tidak hanya memiliki satu subjek, si dokumenter tidak harus merangkum subjek-subjek tersebut dalam satu foto. Misalnya akbar yang hendak menjelaskan budidaya cacing, yang subjeknya tidak hanya cacing, tetapi ada wadah, tanah dan pakan, bisa membuat foto slide agar tidak ada subjek yang tidak terekam.

Sambil menanggapi setiap foto, Rais juga menjelaskan fungsi editing, yang menurutnya, tidak sekedar bertujuan untuk memperindah sebuah foto. Tetapi yang paling penting adalah semakin memperjelas apa yang hendak disampaikan. Misalnya pada hasil dokumentasi Darwis, yang juga salah satu peserta, secara komposisi hasil dokumentasinya sudah memuat apa yang hendak disampaikan. Tetapi karena faktor cahaya, beberapa subjek menjadi kabur. Maka dari itu, editing menjadi penting untuk memperjelas subjek, salah satunya seperti pada hasil dokumentasi Darwis.

Setelah mengulik panjang lebar, dan menanggapi beberapa pertanyaan dari peserta, Rais menyampaikan bahwa pada pertemuan selanjutnya para peserta akan belajar bagaimana membuat video sederhana. Fasilitator menanyakan apa saja yang perlu disiapkan untuk pertemuan selanjutnya. Rais mengatakan, apabila kesulitan membuat video, para peserta cukup mencari satu video yang menurut mereka menarik, dan pada pertemuan selanjutnya para peserta akan diajak untuk mengulas bagaimana video tersebut dibuat. Kesepakatan itu sekaligus menutup pertemuan kedua workshop pendokumentasian visual. (Aman)

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s