Mengapa Koperasi?

logo kop2.png
Logo Koperasi Sahabat Alam

Sebagai wadah berkumpul orang-orang muda, Komunitas Sahabat Alam (kosalam) tentunya memiliki visi atau cita-cita kolektif yang akan dituju. Komunitas Sahabat Alam merupakan komunitas yang berfokus pada isu lingkungan hidup, lebih spesifik, berfokus pada pengembangan model pertanian alamiah serta mengembangkan ekonomi berbasis potensi lokal dan jejaring masyarakat pedesaan. Guna mewujudkan visi, maka Komunitas Sahabat Alam coba membekali beberapa keterampilan bagi anggota-anggotanya seperti keterampilan menulis, riset, mengorganisir, wirausaha, dan keterampilan terkait pertanian alami.

Komunitas yang digagas tahun 2009 silam oleh seorang petani bernama Al-Mujahid Akmal di kabupaten Maros, Sulawesi-Selatan, mencoba eksis kembali pada tahun 2014 dan memulai aksinya dengan mengorganisir pemuda-pemuda desa guna mengembangkan skill di bidang jurnalistik lingkungan, serta mengembangkan kemampuan pengorganisasian masyarakat pedesaan. Kerja-kerja itu dilakukan dengan model swadaya di internal anggota. Saat coba memulai kembali pada tahun 2014, komunitas ini hanya ditopang oleh tiga orang penggiat. Tapi seiring berjalannya waktu, satu persatu pemuda desa mulai mengisi komunitas ini dengan model perekrutan yang sangat selektif dan lebih mengutamakan pemuda-pemuda desa.

Guna memuluskan rencana-rencana aksi, dan berdasarkan hasil refleksi, perlu rasanya ada upaya untuk menopang kerja-kerja komunitas dalam hal perekonomian. Mengingat sebagian besar anggota komunitas adalah pemuda ‘pengangguran’ dari berbagai desa di Kabupaten Maros, dan mengingat perlunya pembiayaaan dari setiap agenda di komunitas, maka upaya mencari ‘nafas bantuan’ perlu dikerjakan segera mungkin.

Maka dari itu, di internal Kosalam bersepakat untuk membentuk satu wadah dimana seluruh anggota dan agenda kerja di komunitas terikat dalam satu payung perekonomian. Maka dibentuklah Koperasi Sahabat Alam. Status koperasi ini bersifat otonom, berdiri di luar Komunitas Sahabat Alam.

Pendiskusian yang terus bergulir di internal Kosalam, menghasilkan out-put dimana koperasi tidak lagi hanya dipandang sebagai penopang perekonomian komunitas beserta seluruh anggotanya. Tapi lebih daripada itu, koperasi dapat dijadikan sebagai alat untuk mencapai visi komunitas di ranah perekonomian rakyat. Dalam artian, koperasi mesti menjadi wadah bagi kerja-kerja ekonomi kerakyatan.

Koperasi yang didirikan dua bulan yang lalu tepatnya pada tanggal 31 januari 2016 dan masih beranggotakan 20 orang dari berbagai jenis usia dan profesi, diantaranya petani muda desa, pengangguran, wiraswasta serta mahasiswa. Ada beberapa hal yang diutamakan dalam kerja-kerja ini yaitu, mengembangkan pertanian alamiah, mengembangkan usaha bersama di dalam internal koperasi, perekrutan anggota berdasarkan perbedaan keletakan geografis, pemetaan potensi desa masing-masing anggota, membangun jaringan pasar alternatif berbasis rakyat, mendorong setiap anggota untuk mengembangkan potensi desanya, serta membuka ruang untuk bertukar pengetahuan, skill dan informasi bagi setiap anggota.

Dari 20 orang anggota, yang rata-rata bermukim di wilayah pesisir, dataran sedang, dan pegunungan, masing-masing bertugas memetakan potensi-potensi ekonomi di desanya. Di wilayah pesisir, setiap anggota berperan mendorong masyarakat untuk berproduksi sesuai dengan potensinya, yaitu potensi laut. Koperasi kemudian berperan membuka jaringan pasar bagi pedagang-pedagang kecil di wilayah pegunungan untuk memasarkan hasil produksi di pesisir melalui anggotanya yang bermukim di wilayah pegunungan. Begitupun sebaliknya. Maka berbagai macam pendidikan di komunitas seperti kepenulisan, pemetaan dan pengorganisasian dapat difungsikan di titik ini.

Selain itu, setiap anggota juga didorong untuk mengembangkan potensi-potensi lokal lainnya di wilayahnya masing-masing yang kira-kira punya potensi pasar di masyarakat. Koperasi berperan membuka ruang pendidikan tentang manajemen, wirausaha dan pembekalan informasi. Bagi anggota yang bergerak di bidang wiraswasta seperti perbengkelan, didorong untuk berinovasi guna menciptakan alat-alat yang memudahkan kerja-kerja petani dan nelayan, dan diperjual-belikan dengan harga yang murah.

Untuk usaha bersama, koperasi mengupayakan pengembangan sistem pertanian alamiah. Melalui tanah yang disumbangkan oleh salah seorang anggota, koperasi berupaya bereksperimen menciptakan sistem pertanian, dimulai dari cara tanam, produksi bibit, dan pupuk alamiah, guna melawan korporasi yang selama ini mencekik para petani dan peternak, dan menyediakan racun bagi tanah dan tubuh manusia.

***

Karena independen dari komunitas, maka sistem keanggotaan koperasi mewadahi lapisan masyarakat yang tidak tergabung dalam Komunitas Sahabat Alam. Adapun syarat keanggotaan dapat dilihat di https://kosalam.wordpress.com/portfolio/syarat-keanggotaan-koperasi/. Sampai sekarang, koperasi ini telah menjalankan beberapa agenda diantaranya workshop koperasi, perencanaan usaha bersama seperti penjualan pulsa, warung kopi, simpan pinjam, serta pertemuan rutin yang telah berlangsung sebanyak 15 kali. Model pertemuan digulir ke semua rumah anggota. Selain itu, ada juga beberapa perencanaan lain terkait usaha bersama, seperti penjualan ikan asin yang sedang dalam proses penggarapan.

Untuk usaha penjualan pulsa, telah berlangsung selama satu bulan. Dan setiap anggota berperan sebagai agen. Sedangkan usaha warung kopi baru saja dimulai, dimana usaha ini dimotori oleh salah seorang anggota yang kebetulan memiliki warung makan yang bisa dimanfaatkan untuk usaha warung kopi di malam hari. Selain itu, usaha simpan pinjam juga telah mewadahi enam orang anggota yang berinisiatif memulai usaha kecil-kecilan.

Untuk usaha simpan pinjam, hanya dikhususkan bagi anggota koperasi. Lebih spesifik lagi, hanya dikhususkan untuk pengembangan kreativitas anggota. Peminjaman untuk hal-hal yang berbau konsumtif sama sekali tidak diperkenankan.

untuk Adapun hal-hal yang telah dibicarakan sebelumnya, masih memiliki kemungkinan untuk berubah, seiring dengan kebutuhan anggota dan hasil musyawarah.

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s